Rabu, 09 Juli 2008

Revolusi Cepat Spam

Spam tidak lagi hanya mengganggu, melainkan juga mengancam. Para spammer memperbanyak ragam bahasa yang digunakan untuk semakin meyakinkan korban.


Pada Mei, spam (pesan tidak diinginkan) merayakan ulang tahun ke-30. Penelitian terbaru yang dirilis produsen solusi sekuriti McAfee Inc mengungkap, spam mengalami evolusi cepat dalam 30 tahun terakhir. Spam pertama di dunia ditebar oleh unit pemasaran produsen komputer DEC pada tanggal 3 Mei 1978.

Saat itu DEC mengirimkan pesan kepada 400 orang di AS. Kini DEC sudah mati. Namun, spam tidak kunjung berhasil diberantas. Dalam 30 tahun terakhir, metodologi spam juga semakin berkembang. Dulu pengirim spam harus secara manual mencari dan menulis alamat-alamat e-mail yang dituju.

Namun, kini para pengirim spam bisa memanfaatkan program jahat botnet yang mampu mencuri alamat e-mail dan otomatis mengirimkan e-mail sampah kepada korban. Guna mempelajari sejauh mana perkembangan teknik spamuntuk mengecoh sistem sekuriti penangkal spam, McAfee melakukan eksperimen unik. McAfee mengerahkan 50 ahli sekuriti dari seluruh dunia untuk menjelajahi internet selama 30 hari tanpa perlindungan sistem sekuriti apa pun.

Dalam eksperimen itu, para peserta diperbolehkan mengunjungi situs-situs paling berbahaya di internet, yang umumnya dihindari oleh para pengguna internet biasa. Para peneliti memasuki situs-situs jahat tersebut untuk mengetahui seberapa besar jumlah spam yang bersumber dari situs-situs tersebut.

Para peneliti menemukan, para penjahat yang menghuni situs-situs berbahaya itu ternyata sangat aktif dalam mengembangkan teknik spam. Perkembangan terbaru, para penjahat itu bahkan mulai mempelajari psikologi para pengguna internet agar bisa mengirim spam yang meyakinkan sehingga dibuka oleh korban.

Target utama para spammer pada saat ini adalah informasi kontak korban, informasi kartu kredit korban,dan data apa pun yang dimiliki korban dalam komputer. Agar spam yang dikirimkan tidak terdeteksi, para spammer mulai mempelajari bahasabahasa lokal, ragam budaya penduduk bumi, dan gaya hidup korban.

Dalam tempo 30 hari di sepanjang eksperimen tersebut, ke-50 peneliti McAfee diserang oleh lebih dari 104.000 spam. Artinya, seorang peneliti dihantam rata rata 70 pesan spam pada setiap hari. Dalam penelitian itu, McAfee menemukan, spam ternyata tidak hanya mengganggu para pengguna internet, melainkan juga mengancam. Sebab, sebagian spam yang diterima para peneliti itu ternyata bukan hanya penawaran produk-produk sampah, melainkan juga pesan berisi skema phishing (penipuan online).

Para pengirim spam menyamar sebagai sumber-sumber tepercaya, misalnya institusi finansial, untuk mendapatkan informasi seperti user name, password, dan detail rekening bank. Sebagian pesan spam yang lain berisi virus dan programprogram jahat yang bisa menyusup ke komputer korban guna membuka jalan masuk (backdoor) program jahat yang lain.Tujuannya antara lain untuk membajak kendali komputer korban dari jarak jauh.

"Banyak peneliti kami mendapati komputer yang mereka gunakan dalam eksperimen menjadi melambat. Artinya, komputer itu sudah ditunggangi orang lain untuk melaksanakan tugas-tugas komputasi. Situs-situs jahat itu menginstal malware (program jahat)," kata Senior Vice President McAfee Avert Labs Jeff Green.

Dalam pengamatan McAfee, para spammer kini tidak lagi hanya menggunakan bahasa Inggris, juga bahasa Jerman (14 persen), Prancis (11 persen), dan bahasa-bahasa lain yang digunakan negara negara maju.Tidak tertinggal adalah bahasa-bahasa bangsa Asia.

"Padahal, pada dua tahun silam persentase spam berbahasa non-Inggris masih sangat kecil. Kami memperkirakan, ragam bahasa yang digunakan para spammer akan bertambah banyak," kata Director McAfee Avert Labs Guy Roberts. McAfee menemukan, sumber spam terbesar dunia tetap Amerika Serikat (AS).

Namun, pendatang baru juga bermunculan. Antara lain Brasil dan Meksiko. McAfee memperingatkan, ancaman spam dari negara-negara berkembang itu tidak kalah mencemaskan.

Ne, juga diambil dari techno di okezone.com
Capa tau, beguna bwt temen2 cemua...
hehe... ^_^

Tidak ada komentar: